Minggu, 02 Oktober 2016

Tahapan-Tahapan Hacker!



TAHAP-TAHAP HACKING
Materi ini sudah disampaikan oleh dosen  saya, jadi saya hanya sedikit mereview ulang materi tersebut.
Berikut adalah 5 tahapan hacking yang di definisikan dalam sertifikasi CEH, yaitu :

  1. Reconnaissance adalah tahap mengumpulkan data, dimana hacker akan mengumpulkan data tentang target sebanyak-banyaknya. Baik nama anggota keluarga, tanggal lahir, tempat kerja beserta informasi didalamnya. Dan itu hanya sebagian kecil kegunaan dari tahapan Reconnaissance.Reconnaissance terbagi menjadi dua yaitu Active Reconnaissance dan Passive Reconnaissance.
    • Active Reconnaissance (Pengintaian aktif)
      Si hacker melakukan proses pengumpulan informasi dengan cara yang sangat beresiko karena beraktifitas langsung dengan korban atau rekan korban, ini berguna untuk mencari celah yang akan digunakan sang hacker.
    • Passive Reconnaissance (Pengintaian Passive)
      Disini merupakan kebalikan dari Active Reconnaissance, dimana sang hacker melakukan pencarian informasi tanpa sepengetahuan korban, sebagai contoh mencari data tentang korban di internet, majalah dan koran.
  2. Scanning Ini adalah sign dimulainya penyerangan (pre-attack).Dari scanning hacker akan mencari kemungkinan-kemungkinan yang dapat digunakan untuk mengambil alih sistem korban, dan informasi yang didapatkan akan digunakan sebagai jalan masuk.
  3. Gaining access Disinilah tahapan dimana penetrasi dilakukan, dan hacker akan berusaha menguasai sistem korban dari kelemahan sistem yang didapat dari proses scanning.
  4. Maintaining access Akhirnya si hacker berhasil menguasai sistem korban, have fun. Tapi si hacker belum puas, dan si hacker ingin tetap mengusai sistem tersebut karena apabila korban mengganti password atau memperbaiki kelemahan dan kemunginan hacker akan kehilangan akses tersebut. Maka dari itu biasanya hacker akan berusaha untuk mempertahankan akses terhadap sistem korban dengan berbagai cara, seperti menanamkan trojan, backdoor, rootkit dan lain sebagainya. Bahkan karena hacker berfikir akan ada hacker lain yang melakukan penyerangan terhadap korban maka hacker akan memperbaiki beberapa kelemahan pada sistem korban.
  5. Clearing Tracks Di tahapan ini hacker akan menutup jejaknya dengan menghapus log file dan jejak-jejak yang mungkin ditinggalkan. Maka dari itu terkadang terdapat folder tersembunyi dan berisi virus. Hal ini tentunya agar sang hacker tidak dapat dilacak, karena jejak ini dapat membawa sang hacker kedalam penjara.
Sumber : http://make-mestrong.blogspot.co.id/2012/06/5-tahapan-hacking-dalam-sertifikasi-ceh.html

Minggu, 25 September 2016

Arti Perintah dan Output "Netstat-tulpen"

Maksud Perintah Netstat-Tulpen
Pada output di atas terdapat beberapa kolom antara lain : Proto, Recv-Q, Send-Q, Local Address, Foreign Address, State, User, Inode, PID/Program Name.

  1. Proto : protocol yang digunakan, ada tcp dan udp untuk IPv4, serta tcp6 untuk IPv6 dan udp untuk IPv6
  2. Recv-Q : jumlah bytes data yang berada di socket buffer dan belum diambil oleh aplikasi yang terhubung ke socket ini
  3. Send-Q : jumlah bytes data aplikasi yang telah diberikan kepada transport, namun belum diakui oleh host tujuan
  4. Local Address : IP yang digunakan untuk aplikasi yang sedang berjalan dan menentukan network mana yang boleh terhubung ke aplikasi
  5. Foreign Address : IP yang terhubung dengan aplikasi tersebut
  6. State : Keadaan dari socket, karena tidak ada state di raw mode dan biasanya juga tidak ada state yang digunakan di UDP, maka kolom ini jadi kosong. Ada beberapa jenis state dari socket:                                           -  LISTEN : Socket sudah aktif dan menunggu koneksi yang datang
    - ESTABLISHED : Socket tersebut memiliki sebuah koneksi yang sedang aktif
    - CLOSE_WAIT : Koneksi dari host tujuan telah terputus, namun socket masih menunggu untuk mengakhiri koneksinya
    - TIME_WAIT : Socket telah terputus dan menunggu paketnya yang masih ada di jaringan
    -  CLOSE : Socket sudah tidak digunakan
  7. User    : User yang bertanggung jawab dan berhak atas socket tersebut
  8. Inode   : Sebuah nomor yang merujuk pada inode tabel
  9. PID/Program Name : Process ID dan nama aplikasi yang membuat socket tersebut
Sumber : https://aoktox.blogspot.com

Sabtu, 24 September 2016

VMWare Networking Concept [Bridged, NAT, Host Only, LAN Segment]


Beberapa saat lalu dapat pertanyaan dari teman mengenai konsep network adapter yang ada di VMWare Workstation. Disitu ada Bridged, NAT, Host Only dan LAN Segment. Kayaknya network adapter di VirtualBox juga konsepnya mirip sih dengan VMWare (rada lupa, lama ga pake VBox). Nah misal paham konsep network adapter di VMWare ini minimal bisa diterapin buat bikin simulasi yang lebih keren, misal simulasi VMWare+GNS3, VM di bridging ke jaringan real, atau gabungan skenario VM konek internet dan GNS3.
Secara garis besar di VMWare Workstation ada 4 jenis network adapter (aku sebutin diatas) yang bisa dipake oleh Guest VM. Tiap-tiap jenis punya karakternya sendiri-sendiri. Misal pada gambar diatas ceritanya ada VM1-VM6 itu adalah Guest VM, terhubung dengan vm network adapter yang berbeda jenisnya (sesuai warna). Berikut penjelasannya:
*Terminologi :
Host VM = PC yang melakukan virtualisasi, PC yang jalanin VMWare
Guest VM = Virtual machine dalam VM
Outside network, jaringan luar, jaringan real = jaringan yang terhubung dengan interface fisik Host VM
Virtual network = network dalam VM atau dalam simulasi
  1. Bridged
Bridged sederhananya adalah ngebridging Guest VM ke jaringan real (maksudnya jaringan yang terhubung secara langsung dengan interface fisik Host VM). Jadi seolah-olah Guest VM menjadi PC yang nyata ada di jaringan real. Misal di jaringan real (yg terhubung dg Host VM) ada DHCP maka Guest VM ini bakal dapet DHCP juga. Flow traffiknya seperti pada gambar diatas, yaitu dari Guest VM bisa berhubungan langsung dengan perangkat di jaringan real dan juga sebaliknya.
Lalu Bridged defaultnya adalah automatic, tapi kita bisa setting juga mappingannya. Misal contoh settingan VMWare laptopku dibawah ini aku mapping VMNet0 dengan GigabitEthernet (wired) sedangkan VMNet1 dengan Wireless.
  1. NAT
NAT konsepnya adalah Host VM akan mentraslasikan traffic dari NAT ke luar. Jadi Guest VM yang menggunakan network adapter NAT maka akan dapat berhubungan dengan perangkat-perangkat di network real tapi source IPnya akan ditranslasikan ke IP Host VM. Sedangkan dari luar tidak akan bisa menghubungi Guest VM karena dari luar hanya kenal sampai IP Host VM.
  1. Host Only
Host only adalah koneksi yang dapat digunakan untuk menghubungkan Guest VM dengan Host VM. Host VM akan membuat virtual adapter yang digunakan untuk berhubungan dengan Guest VM. Di Host Only ini ada fitur service DHCP bawaan juga yang bisa dienable/disable.
  1. LAN Segment
LAN Segment bisa di add and remove seenak jidat, dipake buat segmentasi jaringan virtual, tapi hanya dapat digunakan oleh Guest VM dan fungsinya setauku emang bener-bener dipake buat segmentasi doing, tidak ada service DHCP atau apapun bawaan. LAN segment juga tidak dapat terhubung dengan Host VM.
Summary :
Kita coba lihat dari LAN Segment, intinya buat segmentasi secara virtual, tidak berhubungan dengan VM Host.
Lalu di Host Only itu seperti LAN Segment tapi kita dapat membuat virtual network adapter di Host VM sehingga Host VM dapat berkomunikasi dengan Guest VM. Di Host Only kita juga bisa menggunakan service DHCP bawaan VMWare.
Lalu NAT, seperti Host Only, tapi dengan fitur NAT, sehingga Guest VM dapat terhubung dengan jaringan luar dengan model NAT.
Lalu Bridged maka Guest VM akan terhubung dengan jaringan luar (jaringan yang terhubung dengan Host VM) secara langsung, sehingga Guest VM seolah-olah dikenali sebagai perangkat yang nyata. Perangkat dari jaringan luar juga bisa berhubungan dengan Guest VM secara langsung.
Nah silahkan coba-coba, dari konsep diatas sebenernya bisa dikembangin simulasinya, seperti yang aku bilang sebelumnya bisa aja kita kombinasiin VMWare kita dengan GNS3 supaya di lab ada bisa sekalian cobain perangkat Cisco (ASA, Router, Switch), Mikrotik, Juniper..dll. Lalu konekin internet sekalian dengan Bridge atau apa gitu. Contoh seperti dibawah ini.






Sumber: https://agussas.wordpress.com/2015/10/28/vmware-networking-concept-bridged-nat-host-only-lan-segment/



Rabu, 31 Agustus 2016

SUDO DAN ROOT

Root Dan Sudo
Pengguna root di GNU/Linux adalah pengguna yang mempunyai akses untuk mengelola sistem anda. Pengguna biasa tidak mempunyai akses ini karena alesan keamanan. Akan tetapi, Kubuntu tidak menyertakan pengguna root. Malahan, akses pengelolaan diberikan kepada pengguna individu, yang dapat menggunakan aplikasi "sudo" untuk melakukan tugas pengelolaan. Akun pengguna pertama yang anda buat pada sistem anda saat instalasi akan, dengan baku, mempunyai akses ke sudo. Anda dapat membatasi atau membolehkan akses sudo ke pengguna lain dengan aplikasi Users and Groups (lihat “Pengguna dan Group: untuk informasi lebih lanjut).
Ketika anda menjalankan aplikasi yang membutuhkan hak istimewa root, sudo akan menanyakan anda untuk memasukkan kata sandi pengguna normal anda. Ini memastikan agar aplikasi berbahaya tidak merusak sistem anda, dan berfungsi sebagai pengingat bahwa anda sedang melakukan aksi pengelolaan sistem yang membutuhkan anda agar berhati-hati.
Untuk menggunakan sudo pada baris perintah, cukup ketik "sudo" sebelum perintah yang anda ingin jalankan. Sudo kemudian akan menanyakan kata sandi anda.
Sudo akan mengingat password anda untuk waktu yang telah ditentukan sebelumnya (defaultnya 15 menit). Fitur ini didesain untuk mengizinkan user melakukan multitugas administratif tanpa harus menanyakan password tiap waktu.
Harap berhati-hati ketika melakukan tugas pengelolaan -- dapat merusak sistem anda!
Beberapa tip lain dalam menggunakan sudo:
  • Untuk menggunakan terminal "root", ketik "sudo -i" pada baris perintah.
  • Keseluruhan grup tool-tool grafis konfigurasi dalam Kubuntu secara default telah menggunakan sudo, jadi anda akan selalu dihadapkan dengan prompt password jika anda perlu menggunakan kdesu, yang merupakan frontend grafis program sudo.
  • Informasi lebih lanjut tentang program sudo dan tidak adanya user root dalam Kubuntu, baca halaman sudo di Ubuntu wiki.
Memulai Program secara Manual dengan Hak Istimewa Root
Kadangkala perlu menjalankan sebuah program dengan hak istimewa root. Hal ini mudah dilakukan dengan kotak dialog application>Run Command
Berhati-hatilah ketika menjalankan aplikasi-aplikasi dengan hak root karena kemungkinan anda bisa merusak sistem. Lihat “Sudo dan Root” untuk keterangan lebih rinci.
1.   Buka kotak dialog Run Command dengan mengetik: Alt-F2
2.Masukkan nama program yang ingin anda jalankan, diawali dengan kdesu dan tekan Enter. Contoh, untuk meluncurkan pengelola file Konqueror dengan hak akses root, ketik
kdesu konqueror


REMOTE ACCESS DAN KONFIGURASINYA

Remote Access (pada sebagian literatur AuthenticationDial-In User Service, yang sering disingkat menjadi RADIUS, adalah sebuah protokol keamanan komputer yang digunakan untuk melakukan autentikasi, otorisasi, dan pendaftaran akun pengguna secara terpusat untuk mengakses jaringan. RADIUS didefinisikan didalam RFC 2865 dan RFC 2866, yang pada awalnya digunakan untuk melakukan autentikasi terhadap akses jaringan jarak jauh (remote) dengan menggunakan koneksi dial-up.
RADIUS kini telah diimplementasikan untuk melakukan autentikasi terhadap akses jaringan secara jarak jauh dengan menggunakan koneksi selain dial-up, seperti halnya Virtual Private Networking (VPN), access point nirkabel,switch Ethernet, dan perangkat lainnya.
RADIUS mula-mula dikembangkan oleh perusahan Livingston. Pada awal pengembangannya, RADIUS menggunakan port 1645, yang ternyata bentrok dengan layanan “datametrics”. Sekarang, port yang dipakai RADIUS adalah port 1812. Berikut ini adalah RFC (Request For Comment) yang berhubungan dengan RADIUS:
  • RFC 2865 : Remote Authentication Dial-In User Service (RADIUS)
  • RFC 2866 : RADIUS Accounting
  • RFC 2867 : RADIUS Accounting for Tunneling
  • RFC 2868 : RADIUS Authentication for Tunneling
  • RFC 2869 : RADIUS Extensions
  • RFC 3162 : RADIUS over IP6
  • RFC 2548 : Microsoft Vendor-Specific RADIUS Attributes
Karakteristik
Beberapa karakteristik dari RADIUS adalah sebagai berikut:
  • Berbasis UDP Protocol
  • Bisa ditempatkan dimana saja di internet dan dapat membuat autentikasi (PPP, PAP, CHAP, MS-CHAP, EAP) antara Network Access Server (NAS) dan server itu sendiri
  • RADIUS menggunakan Remote Access Server (RAS) Secure ID untuk membuat autentikasi yang kuat dalam pengontrolan akses
Struktur paket data RADIUS bisa digambarkan sebagai berikut:

Paket Data RADIUS
Code, memiliki panjang satu oktet dan digunakan untuk membedakan tipe pesan RADIUS yang dikirimkan pada paket. Kode-kode tersebut (dalam desimal) antara lain:
1. Access-Request
2. Access-Accept
3. Access-Reject
4. Accounting-Request
5.Accounting-Response
11.Access-Challenge
12. Status-Server
13. Status-Client
255. Reserved
Identifier, Memiliki panjang satu oktet dan bertujuan untuk mencocokkan permintaan.
Length, Memiliki panjang dua oktet, memberikan informasi mengenai panjang paket.
Authenticator, Memiliki panjang 16 oktet, digunakan untuk membuktikan balasan dari RADIUS server, selain itu digunakan juga untuk algoritmapassword.
Attributes, Berisikan informasi yang dibawa pesan RADIUS. Setiap pesan dapat
membawa satu atau lebih atribut. Contoh atribut RADIUS: nama pengguna,password, CHAP-password, alamat IP access point (AP), pesan balasan.

Cara Kerja
RADIUS menggunakan konsep AAA (AuthenticationAuthorization,Accounting). Konsep tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Aliran Data Pada RADIUS
  • Access Reject
    User ditolak aksesnya ke semua sumberdaya dalam jaringan. Penyebabnya bisa termasuk kegagalah untuk menyediakan indentifikasi yang tepat atau nama akun yang salah/tidak aktif
  • Access Challenge
    Permintaan informasi tambahan dari user, seperti password alteernatif, PIN, token atau kartu.
  • Access Accept
    User diberikan akses masuk. Begitu User ter-autentifikasi, server RADIUS akan sering mengecek agar User hanya menggunakan sumberdaya sesuai dengan yang diminta. Misalnya User hanya boleh mengakses fasilitas hotspot, dan tidak untuk menggunakan printer. Informasi tentang User dalam database bisa disimpan secara lokal dalam server RADIUS atau disimpan dalam tempat penyimpanan eksternal seperti LDAP atau Active Directory
Proses Authentication
Proses autentikasi diperlukan ketika Anda mempunyai kebutuhan untuk membatasi siapa saja yang diperbolehkan masuk ke dalam jaringan remote access milik Anda. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pengguna yang ingin mengakses sebuah jaringan secara remote harus diidentifikasi terlebih dahulu. Pengguna yang ingin masuk ke dalam jaringan pribadi tersebut perlu diketahui terlebih dahulu sebelum bebas mengakses jaringan tersebut. Pengenalan ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengguna tersebut berhak atau tidak untuk mengakses jaringan.
Analoginya sederhananya adalah seperti rumah Anda. Apabila ada orang yang ingin berkunjung ke rumah Anda, kali pertama yang akan dilakukan oleh pemilik rumahnya adalah mengidentifikasi siapa yang ingin datang dan masuk ke dalamnya. Jika Anda tidak mengenal orang tersebut, bisa saja Anda tolak permintaannya untuk masuk ke rumah Anda. Namun jika sudah dikenal, maka Anda mungkin akan langsung mempersilakannya masuk. Demikian juga dengan apa yang dilakukan oleh perangkat
remote access
terhadap pengguna yang ingin bergabung ke dalam jaringan di belakangnya.
Pada umumnya, perangkat remote access telah dilengkapi dengan sebuah daftar yang berisikan siapa-siapa saja yang berhak masuk ke jaringan di belakangnya. Metode yang paling umum digunakan untuk mengenali pengakses jaringan adalah dialog Login dan Password. Metode ini juga didukung oleh banyak komponen lainnya, seperti metode
challenge
dan
response
,
messaging support
, dan enkripsi, tergantung pada protokol sekuriti apa yang Anda gunakan.
Proses Authorization
Proses authorization merupakan langkah selanjutnya setelah proses autentikasi berhasil. Ketika pengguna yang ingin mengakses jaringan Anda telah dikenali dan termasuk dalam daftar yang diperbolehkan membuka akses, langkah berikutnya Anda harus memberikan batasan hak-hak apa saja yang akan diterima oleh pengguna tersebut.
Analogi dari proses ini dapat dimisalkan seperti peraturan-peraturan yang tertempel di dinding-dinding rumah Anda. Isi dari peraturan tersebut biasanya akan membatasi para pengunjung agar mereka tidak dapat dengan bebas berkeliling rumah Anda. Tentu ada bagian yang privasi di rumah Anda, bukan? Misalnya setiap pengunjung rumah Anda tidak diperbolehkan masuk ke ruang kerja Anda. Atau setiap pengunjung harus membuka alas kakinya ketika memasuki ruangan ibadah di rumah Anda. Atau setiap pengunjung hanya diperbolehkan masuk sampai teras rumah.
Semua itu merupakan peraturan yang dapat dengan bebas Anda buat di rumah Anda. Begitu juga dengan apa yang terjadi pada proses pengamanan jaringan
remote access
Anda. Perlu sekali adanya batasan untuk para pengguna jaringan remote karena Anda tidak akan pernah tahu siapa yang ingin masuk ke dalam jaringan Anda tersebut, meskipun telah teridentifikasi dengan benar. Bisa saja orang lain yang tidak berhak menggunakan
username
dan
password
yang bukan miliknya untuk mendapatkan akses ke jaringan Anda.
Bagaimana untuk membatasi masing-masing pengguna tersebut? Banyak sekali metode untuk melakukan pembatasan ini, namun yang paling umum digunakan adalah dengan menggunakan seperangkat atribut khusus yang dirangkai-rangkai untuk menghasilkan
policy
tentang hak-hak apa saja yang dapat dilakukan si pengguna. Atribut-atribut ini kemudian dibandingkan dengan apa yang dicatat di dalam
database
.
Setelah dibandingkan dengan informasi yang ada di database, hasilnya akan dikembalikan lagi kepada fasilitas AAA yang berjalan pada perangkat tersebut. Berdasarkan hasil ini, perangkat
remote access
akan memberikan apa yang menjadi hak dari si pengguna tersebut. Apa saja yang bisa dilakukannya dan apa saja yang dilarang sudah berlaku dalam tahap ini.
Database
yang berfungsi untuk menampung semua informasi ini dapat dibuat secara lokal di dalam perangkat
remote access
atau router maupun dalam perangkat khusus yang biasanya disebut dengan istilah server sekuriti. Di dalam server sekuriti ini biasanya tidak hanya informasi profil penggunanya saja yang ditampung, protokol sekuriti juga harus berjalan di sini untuk dapat melayani permintaan informasi profil dari perangkat-perangkat yang berperan sebagai kliennya. Pada perangkat inilah nantinya
attribute-value
(AV) dari pengguna yang ingin bergabung diterima dan diproses untuk kemudian dikembalikan lagi menjadi sebuah peraturan oleh fasilitas AAA tersebut.
Metode authorization biasanya dilakukan dalam banyak cara. Bisa dilakukan dengan cara
one-time authorization
yang memberikan seluruh hak dari si pengguna hanya dengan satu kali proses
authorization
. Atau bisa juga dilakukan per
service authorization
yang membuat pengguna harus diotorisasi berkali-kali ketika ingin menggunakan layanan tertentu.
Authorization
juga bisa dibuat per pengguna berdasarkan daftar yang ada di server sekuriti, atau kalau protokolnya mendukung otorisasi bisa diberlakukan per group pengguna. Selain itu, jika keamanan server memungkinkan, Anda dapat memberlakukan aturan-aturan otorisasi berdasarkan sistem pengalamatan
IP
,
IPX
, dan banyak lagi
Proses Accounting
Proses accounting dalam layanan koneksi remote access amat sangat penting, apalagi jika Anda membuat jaringan ini untuk kepentingan komersial. Dalam proses accounting ini, perangkat remote access atau server sekuriti akan mengumpulkan informasi seputar berapa lama si pengguna sudah terkoneksi, billing time (waktu start dan waktu stop) yang telah dilaluinya selama pemakaian, sampai berapa besar data yang sudah dilewatkan dalam transaksi komunikasi tersebut. Data dan informasi ini akan berguna sekali untuk pengguna maupun administratornya. Biasanya informasi ini akan digunakan dalam melakukan proses auditing, membuat laporan pemakaian, penganalisisan karakteristik jaringan, pembuatan billing tagihan, dan banyak lagi. Fasilitas accounting pada jaringan remote access umumnya juga memungkinkan Anda untuk melakukan monitoring terhadap layanan apa saja yang digunakan oleh pengguna. Dengan demikian, fasilitas accounting dapat mengetahui seberapa besar
resource
jaringan yang Anda gunakan. Ketika fasilitas AAA diaktifkan pada sebuah perangkat jaringan
remote access
, perangkat tersebut akan melaporkan setiap transaksi tersebut ke keamanan server. Tergantung pada protokol sekuriti apa yang Anda gunakan, maka cara melaporkannya pun berbeda-beda. Setiap
record accounting
akan mempengaruhi nilai-nilai atribut dari proses AAA yang lain seperti authentication dan authorization. Semua informasi yang saling terkait ini kemudian disimpan di dalam
database
server sekuriti atau jika memang diperlukan, kumpulan informasi ini dapat disimpan di server khusus tersendiri. Biasanya server khusus
billing
diperlukan jika penggunanya sudah berjumlah sangat banyak. Berikut ini adalah contoh cara kerja RADIUS:
1.      Sebuah Wireless Node (WN) / Supplicant dengan alamat IP 192.168.10.30 dan IP yang telah terdaftar dalam pemfilteran MAC ADDRESS meminta akses ke wireless network atau Access Point (AP).
2.      Access Point (AP) akan menanyakan identitas Supplicant. Tidak ada trafik data selain Client yang diperbolehkan sebelumSupplicant terautentikasi. Dalam hal ini, Access point bukanlah sebuah autentikator, tetapi access point berisi autentikator.

1.      Setelah nama-pengguna dan password dikirim, proses autentikasi dimulai. Autentikator mengenkapsulasi kembali pesan ke dalam format RADIUS, dan mengirimnya ke RADIUS server. Selama proses autentikasi, autentikator hanya menyampaikan paket antara Supplicant dan RADIUS server. Setelah proses autentikasi selesai, RADIUS server mengirimkan pesan sukses (atau gagal, apabila proses autentikasinya gagal.) Apabila proses autentikasi sukses, Supplicant diperbolehkan untuk mengakses wireless LAN dan/atau internet.

1.      Jika nama Supplicant tidak terautentifikasi, maka radius server akan mengirim pesan gagal. Dan proses authentifikasi tidak berjalan atau gagal.
Contoh Implementasi
RADIUS umumnya digunakan oleh ISP (Internet Service Provider) atau penyedia layanan internet untuk melakukan Authentication (pembuktian keaslian pengguna), Authorize (mengatur pemberian hak/otoritas) danAccounting (mencatat penggunaan layanan yang digunakan).
RADIUS menjalankan sistem administrasi pengguna yang terpusat. Sistem ini akan mempermudah tugas administrator. Dapat kita bayangkan berapa banyak jumlah pelanggan yang dimiliki oleh sebuah ISP, dan ditambah lagi dengan penambahan pelanggan baru dan penghapusan pelanggan yang sudah tidak berlangganan lagi.
Apabila tidak ada suatu sistem administrasi yang terpusat, maka akan merepotkan administrator dan tidak menutup kemungkinan ISP akan merugi atau pendapatannya berkurang.
Dengan sistem ini pengguna dapat menggunakan hotspot di tempat yang berbeda-beda dengan melakukan autentikasi ke sebuah RADIUS server.


USER MANAGEMENT

MENGENAL dan Memahami USER MANAGEMENT

User Management atau manajement pengguna adalah fitur Joomla yang memungkinkan administrator sebagai super-user untuk memberikan dan mencabut kewenangan akun-akun selain akun miliknya (akun Administrator). Selanjutnya yang dimaksudkan dengan joomla adalahContant management system (cms) Sumber terbuka yang bebas ditulis dengan bahasa pemograman php dan data base MySQL baik untuk internet maupun intranet Joomla menyertakan banyak fitur untuk meningkatkan kinerja termasuk page caching , web indexing , RSS freed , halaman untuk dicetak , web side searchingdan dukungan Internasionalisasi.
User Management memungkinkan Joomla di gunakan sebagai portal tempat berkolaborasi lebih dari satu individu. Agar dapat login ke dalam portal Joomla, seorang user haruslah terlebih dahulu meregistrasikan ke sistem, kemudian Joomla akan memberikan pesan konfirmasi. Jika administrator mengabulkan permintaan user untuk bergabung, maka akun user tersebut akan disetujui dan user di gabungkan ke dalam kelompok Registred user atau berarti Pengguna terdaftar. Ketika pengguna terdaftar login ke dalam situs login maka paling tidak mereka akan memiliki dua pilihan, yaitu Edit Account Details dan Submit Web Link. Jika pengguna terdaftar tersebut memiliki pangkat sebagai Author maka user dapat menuliskan artikel baru juga untuk diterbitkan di portal Joomla.
Saat ini yang akan dibahas dalam user management adalah user management pada SO Linux
Sebagai sistem operasi yang mendukung banyak pengguna/multiuser Linux menyediakan konsep pengaturan user yang sederhana. Pada dasarnya user dibagi dalam dua jenis yaitu superuser dan user normal. Login name superuser adalah root. Selain login name tersebut adalah user normal, meskipun ada beberapa user yang biasanya dikhususkan untuk penggunaan tertentu.
User adalah presentasi logika para pemakai komputer dalam sistem operasi linux
Manajemen User
Didalam user managemen ,ada tiga perintah yang berhubungan dengan manipulasi user, yaitu:
1. useradd.
2. userdel.
3. usermod.
useradd, adalah perintah untuk menambahkan atau membuat user baru ke dalam sistem.
Sintaks :
useradd [-option_1] [-option_n] [nama_user]
contoh :
# useradd -u2000 -gkelas -Gusers latih
perintah ini untuk menambahkan user latih dengan user id 2000 dengan group default kelas dan group tambahan users.
userdel, adalah perintah untuk menghapus user yang ada didalam sistem.
Sintaks :
userdel [-option] nama_user
contoh :
# userdel latih
# userdel -r latih
Kedua perintah diatas sama yaitu untuk menghapus user latih, hanya pada perintah kedua user latih akan dihapus sekaligus menghapus home direktorinya atau home filenya.
usermod,adalah perintah untuk merubah informasi user.
Sintaks :
usermod [-option] nama_user
contoh :
# usermod -gusers latih
Perintah diatas adalah untuk merubah group asal user latih menjadi users.
Satu perintah lagi yang berhubungan dengan manajemen user ini adalah password. Tentunya user yang dibuat harus bisa login ke dalam sistem, untuk itulah perlu diberikan password.
Sintaks :
passwd [-option] nama_user
contoh :
# passwd testing
Changing password for user testing.
New UNIX password:
Retype new UNIX password:
passwd: all authentication tokens updated successfully.
Perintah diatas untuk memberikan password pada user testing. Sebaiknya password dibuat setelah diabuat user baru.
Untuk mode grafiknya tidak terlalu jauh dengan manajemen group,
hanya berbeda dalam beberapa langkah :
– pilih menu System --> user and group
– masukan password root pada kotak dialog
– setelah muncul tampilan user and group pilih bagian user
– sorot user yang akan diedit, pilih menu prope
– edit sesuai kebutuhan.
User management memungkinkan banyak pengguna yang dapat dihubungkan karena user management pada linux menganut pola multi user.